Nama : Adam Azhari
Kelas : XI TJKT 2
No Absen : 01
1. Judul:
Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan dalam Satu Autonomous System (AS)
2. Latar Belakang/Penjelasan Kegiatan Praktek:
Routing adalah proses pengiriman data melalui jaringan yang melibatkan perangkat yang disebut router. Dalam konteks jaringan komputer, routing memastikan bahwa data dapat bergerak dengan efisien dari satu perangkat ke perangkat lain, baik dalam jaringan lokal maupun antar jaringan yang lebih luas. Pada jaringan yang terdiri dari beberapa router dalam satu Autonomous System (AS), konfigurasi routing menjadi sangat penting untuk memastikan pengiriman data yang optimal. Routing dalam satu AS biasanya menggunakan protokol routing dinamis seperti RIP (Routing Information Protocol), OSPF (Open Shortest Path First), atau EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). Kegiatan praktek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana cara mengkonfigurasi routing pada perangkat jaringan dalam satu AS untuk memastikan komunikasi antar perangkat berjalan dengan baik.
3. Tujuan Praktek:
- Mempelajari konsep dasar routing dalam satu Autonomous System.
- Mengkonfigurasi routing statik dan dinamis pada perangkat jaringan (router) dalam satu AS.
- Memahami cara kerja dan konfigurasi protokol routing dinamis (seperti RIP, OSPF, atau EIGRP).
- Menguji dan memastikan konektivitas antar subnet dalam satu AS setelah konfigurasi.
- Mempelajari cara troubleshoot masalah routing pada jaringan.
4. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja):
- Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan sepatu pelindung dan sarung tangan saat menangani perangkat keras jaringan untuk menghindari cedera atau sengatan listrik.
- Penanganan Kabel: Pastikan kabel yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak ada kabel yang terkelupas untuk menghindari risiko kebakaran atau sengatan listrik.
- Pengecekan Perangkat: Pastikan perangkat dalam keadaan mati sebelum dipasang atau dihubungkan dengan kabel jaringan. Hindari menekan tombol atau port yang tidak diperlukan.
- Penanganan Router: Saat mengkonfigurasi router, pastikan perangkat tidak terlalu panas dan memiliki ventilasi yang baik.
- Matikan Perangkat: Pastikan perangkat dalam keadaan mati saat melakukan pengaturan fisik atau mengganti konfigurasi untuk mencegah kerusakan perangkat keras atau kebakaran.
5. Alat dan Bahan:
- 2 atau lebih Router yang mendukung routing (misalnya Cisco Router)
- Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) atau kabel serial untuk koneksi antar router
- Laptop/PC dengan aplikasi terminal (misalnya PuTTY atau Tera Term) untuk mengakses router
- PC atau perangkat yang akan dihubungkan ke router
- Buku manual router atau referensi protokol routing yang digunakan
- Kabel power untuk router
6. Langkah Kerja, Cara Kerja:
-
Persiapan:
- Persiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
- Sambungkan kabel UTP antara router satu dengan router lainnya untuk memastikan konektivitas fisik.
- Sambungkan kabel power ke router dan nyalakan perangkat.
- Hubungkan laptop atau PC ke router menggunakan kabel konsol (serial) atau melalui koneksi SSH jika router mendukung akses jarak jauh.
-
Mengakses Router:
- Gunakan aplikasi terminal (misalnya PuTTY atau Tera Term) untuk mengakses router melalui port konsol.
- Masuk ke mode privileged EXEC dengan perintah
enable. - Masuk ke mode konfigurasi global dengan perintah
configure terminal.
-
Mengkonfigurasi Routing Statis:
- Tentukan jaringan yang akan dikonfigurasi routing-nya.
- Pada router pertama, tentukan alamat jaringan dan netmask dengan perintah:
Router1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.2 - Konfigurasi serupa dilakukan pada router kedua untuk mengarahkannya ke router pertama:
Router2(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.2.1
-
Mengkonfigurasi Routing Dinamis (RIP, OSPF, atau EIGRP):
Contoh RIP (Routing Information Protocol):
- Aktifkan RIP pada kedua router:
Router1(config)# router rip Router1(config-router)# version 2 Router1(config-router)# network 192.168.1.0 Router1(config-router)# network 192.168.2.0 - Lakukan hal yang sama pada router kedua dengan mengganti jaringan yang sesuai:
Router2(config)# router rip Router2(config-router)# version 2 Router2(config-router)# network 192.168.1.0 Router2(config-router)# network 192.168.2.0
Contoh OSPF (Open Shortest Path First):
- Aktifkan OSPF pada kedua router:
Router1(config)# router ospf 1 Router1(config-router)# network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0 Router1(config-router)# network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0 - Lakukan konfigurasi serupa pada router kedua.
- Aktifkan RIP pada kedua router:
-
Verifikasi Konfigurasi Routing:
- Gunakan perintah
show ip routeuntuk memverifikasi apakah router telah menerima dan mengupdate routing table. - Gunakan perintah
pinguntuk menguji konektivitas antar router dan perangkat yang terhubung pada masing-masing subnet. - Jika ada masalah, gunakan perintah
show ip protocolsuntuk memeriksa status protokol routing yang telah diaktifkan.
- Gunakan perintah
-
Menyimpan Konfigurasi:
- Setelah konfigurasi selesai dan diuji, pastikan untuk menyimpan konfigurasi menggunakan perintah:
Router1(config)# write memory Router2(config)# write memory
- Setelah konfigurasi selesai dan diuji, pastikan untuk menyimpan konfigurasi menggunakan perintah:
7. Pengujian/Kesimpulan:
-
Pengujian: Setelah melakukan konfigurasi routing statis dan dinamis, lakukan pengujian untuk memastikan konektivitas antar subnet berfungsi dengan baik. Gunakan perintah
pinguntuk menguji konektivitas antar perangkat yang terhubung melalui router yang telah dikonfigurasi. Periksa tabel routing pada setiap router menggunakan perintahshow ip routedan pastikan jalur yang diinginkan ada. -
Kesimpulan: Konfigurasi routing pada perangkat jaringan dalam satu Autonomous System sangat penting untuk memastikan komunikasi yang efisien antar perangkat dalam jaringan tersebut. Dengan menggunakan routing statis maupun dinamis (seperti RIP, OSPF, atau EIGRP), kita dapat mengoptimalkan pengiriman data di seluruh jaringan. Praktik ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang cara mengkonfigurasi router untuk mendukung komunikasi antar subnet dalam jaringan yang sama.
Komentar
Posting Komentar