Langsung ke konten utama

Rangkuman Tes Linux Belajar Dari Nol

Nama : Adam Azhari Kelas : XI TJKT 2 Sekolah : SMK DWIJA BHAKTI 1 JOMBANG Logo Radnet: Rangkuman: 1. Introduction to Linux Linux adalah sistem operasi open source berbasis kernel Linux yang dikembangkan Linus Torvalds pada 1991 dan kini digunakan luas di server, desktop, smartphone, hingga perangkat IoT. Karena gratis, aman, stabil, dan fleksibel, Linux memiliki banyak distribusi (distro) seperti Ubuntu, Debian, Fedora, dan Arch Linux yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. 2. Installation 1. Unduh & Instal VirtualBox Kunjungi situs virtualbox.org Pilih installer sesuai sistem operasi (Windows, macOS, atau Linux) 2. Unduh File ISO Linux Pilih distro ramah pemula, misalnya Ubuntu Unduh file ISO dari situs resmi distro 3. Buat Virtual Machine Baru Buka VirtualBox dan klik New Isi nama VM, pilih tipe Linux, dan versi sesuai distro (contoh: Ubuntu 64-bit) 4. Atur Resource Virtual Machine RAM: minimal 2 GB (disarankan 4 GB) CPU: minimal 2 core Hard disk virtual: 20 GB atau lebih, for...

Rangkuman Tes Linux Belajar Dari Nol

Nama : Adam Azhari

Kelas : XI TJKT 2

Sekolah : SMK DWIJA BHAKTI 1 JOMBANG




Logo Radnet:


Rangkuman:

1. Introduction to Linux

Linux adalah sistem operasi open source berbasis kernel Linux yang dikembangkan Linus Torvalds pada 1991 dan kini digunakan luas di server, desktop, smartphone, hingga perangkat IoT. Karena gratis, aman, stabil, dan fleksibel, Linux memiliki banyak distribusi (distro) seperti Ubuntu, Debian, Fedora, dan Arch Linux yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan.


2. Installation

1. Unduh & Instal VirtualBox

  • Kunjungi situs virtualbox.org
  • Pilih installer sesuai sistem operasi (Windows, macOS, atau Linux)

2. Unduh File ISO Linux

  • Pilih distro ramah pemula, misalnya Ubuntu
  • Unduh file ISO dari situs resmi distro

3. Buat Virtual Machine Baru

  • Buka VirtualBox dan klik New
  • Isi nama VM, pilih tipe Linux, dan versi sesuai distro (contoh: Ubuntu 64-bit)

4. Atur Resource Virtual Machine

  • RAM: minimal 2 GB (disarankan 4 GB)
  • CPU: minimal 2 core
  • Hard disk virtual: 20 GB atau lebih, format VDI, mode Dynamically allocated

5. Jalankan VM & Mulai Instalasi

  • Klik Start pada VM
  • Pilih Install Ubuntu 

Atur bahasa, zona waktu, dan layout keyboard

Pada "Choose the type of Installation", pilih Ubuntu Server (minimized)

6. Pengaturan Partisi

  • Continue saja pada storage configuration

7. Buat Akun Pengguna

  • Isi nama, username, password, dan nama komputer

  • Pada menu Ubuntu Pro, pilih Skip for now

8. Selesaikan Instalasi

  • Tunggu proses penyalinan file selesai

  • Klik Reboot Now

9. Update Sistem

  • Setelah login ke Linux, jalankan perintah berikut: #sudo apt update


3. Basic Commands

Linux memiliki dua antarmuka utama: GUI (Graphical User Interface) dan CLI (Command Line Interface). GUI menampilkan elemen visual seperti ikon, menu, dan jendela yang memudahkan pengguna awam. Sementara itu, CLI menggunakan perintah teks di terminal yang memberi kontrol penuh, fleksibilitas tinggi, dan lebih cepat dijalankan, meskipun membutuhkan pemahaman sintaks.

a. Basic Operation Linux

whoami = menampilkan user yang digunakan

who = menampilkan user yang sedang login

hostnamectl = menampilkan hostname server

date/timedatectl = menampilkan tanggal dan waktu

clear = membersihkan layar

b. Assesmen Server

cat /etc/os-release = menampilkan sistem operasi

uname = menampilkan kernel yang digunakan

lscpu = menampilkan processor server

free -h = menampilkan memory

cat /proc/meminfo = menampilkan detail penggunaan RAM.

top = menampilkan proses + penggunaan RAM/CPU real-time.

htop = versi lebih interaktif & berwarna.

vmstat = melihat statistik memori dan swap.

dmidecode = menampilkan informasi hardware RAM fisik (kapasitas slot, tipe, kecepatan, dll).

inxi = menampilkan total RAM dan slot yang terisi.

lsblk/df -h = menampilkan penyimpanan.

sudo fdisk -l = menampilkan detail disk & partisi.

lsblk -f = menampilkan filesystem, UUID, dan mountpoint.

du -sh = untuk cek total pemakaian di direktori.

ncdu = menampilkan pemakaian storage per folder dengan navigasi interaktif (panah atas/bawah).

blkid = menampilkan informasi partisi dan filesystem.


4. File and Directory Management

Filesystem Hierarchy

/: menduduki posisi puncak dalam hirarki

bin: DIrektori ini berisi perintah dasar yang dibutuhkan oleh system maupun user.

boot: berisi program dan data yan dibutuhkan pada saat melakukan proses booting (menjalankan) system.

dev: direktori tempat file device

etc: berisi file konfigurasi system.

home: direktori tempat menyimpan data user.

var: untuk menyimpan informasi proses seperti system history, access logs, dan error logs.

mnt: direktori untuk menyimpan mount point sementara.

opt: direktori ini berisi paket-paket Aplikasi Opsional (paket - paket yang diinstall user).

File Management

touch = membuat file tanpa content

echo/vim/vi/nano = membuat file dengan content

cat = menampilkan isi konten file

head = menampilkan 10 baris pertama sebuah file.

tail = menampilkan 10 baris terakhir sebuah file.

rm = menghapus file

cp = menyalin file dan directory.

mv = memindahkan/merename file dan directory


Directory Management

cd = masuk/keluar directory

mkdir = membuat directory

rmdir  = menghapus directory

ls = menampilkan isi directory

pwd = menampilkan di directory mana kita berada


5. Users and Permissions

a. User and Group Management

1. User Management

useradd/adduser = membuat user baru.

userdel = menghapus user

usermod = modifikasi user

passwd = mengubah passwd user


2. Group Management

groupadd = membuat group baru 

groupdel = menghapus group

groupmod = modifikasi group

b. File and Directory Permissions

1. Izin Dasar:

  • r: Read (baca).
  • w: Write (tulis).
  • x: Execute (eksekusi).

2. Struktur Izin: Izin dibagi menjadi tiga bagian:

  • Tiga karakter pertama: Izin untuk pengguna (user) yang memiliki file atau direktori tersebut.
  • Tiga karakter kedua: Izin untuk grup.
  • Tiga karakter ketiga: Izin untuk pengguna lain (other).

3. Metode Mengubah Izin: Anda dapat mengubah izin menggunakan perintah chmod:

Metode Simbolik: Menggunakan huruf u (user), g (group), dan o (other).

Metode Numerik: Menggunakan angka, di mana r=4, w=2, dan x=1.

4. Mengubah Kepemilikan File (Ownership)

Untuk mengubah kepemilikan file atau direktori, Anda dapat menggunakan perintah chown:

chown [nama_user]:[nama_grup] [nama_file]: Perintah ini akan mengubah pengguna dan grup yang memiliki file atau direktori tersebut.


6. Basic Networking

a. Manajemen Jaringan: Ada beberapa perintah untuk manajemen jaringan, seperti ip a atau ifconfig untuk melihat konfigurasi IP, traceroute untuk melacak rute paket, dan ping untuk memeriksa konektivitas.

b. Konfigurasi Network Adapter:

Buka pengaturan VirtualBox

Pilih Adapter Jaringan atau Network Adapter yang ingin diubah.

Ubah menjadi Bridge Adapter.

Klik OK untuk menyimpan perubahan.

c. Mengubah IP Server: Langkah-langkah untuk mengubah alamat IP server dari DHCP (dinamis) menjadi statis.

Melihat IP saat ini dengan perintah #ip a.

Mengedit file konfigurasi di direktori #/etc/netplan/50-cloud.init.yaml.

Menambahkan parameter addresses untuk menetapkan IP statis, gateway4 atau routes untuk menentukan gateway, dan nameservers untuk DNS.

Menerapkan perubahan dengan perintah #netplan apply.

d. Pengujian Konektivitas:

Melakukan ping google.com untuk memastikan koneksi internet berhasil setelah konfigurasi.

Menggunakan traceroute google.com untuk melihat rute paket ke tujuan. Jika perintah belum terinstal, Anda bisa menginstalnya dengan apt install traceroute.


7. Package Management

Package Management

Adalah proses pengelolaan perangkat lunak pada sistem komputer dengan cara mengelola pemasangan, pembaruan, dan penghapusan perangkat lunak atau paket-paket yang membentuk aplikasi atau service.

APT

Advanced Package Tool atau APT merupakan sistem manaemen paket yang umum digunakan pada distribusi Linux berbasis Debian, termasuk Ubuntu

Perintah dasar APT


APT upgrade: Untuk meningkatkan versi paket.

APT update: Untuk memperbarui daftar paket dari repositori.

APT install: Untuk memasang paket baru.

APT remove atau APT purge: Untuk menghapus paket.

APT list: Untuk menampilkan daftar paket.


8. Remote Access

Apa itu Remote Access?

Remote access adalah kemampuan untuk mengakses dan mengontrol sistem atau perangkat dari jarak jauh.

Ada beberapa metode remote access, seperti SSH, Telnet, RDP, dan VNC. Video ini secara khusus membahas SSH.

Konfigurasi SSH

Untuk menjalankan layanan SSH di server Ubuntu, Anda perlu menginstal paket OpenSSH server.

File konfigurasi SSH terletak di sshd_config dengan command #nano /etc/ssh/sshd_config, di mana Anda bisa mengaktifkan atau menonaktifkan port SSH.

Untuk meremote server, gunakan perintah ssh [nama_user]@[alamat_IP_server].


9. Automating Tasks Cron Job

Tujuan Cron Job: Menjadwalkan dan menjalankan tugas-tugas secara otomatis seperti backup, pembersihan file, atau eksekusi skrip rutin.

Struktur Interval Waktu: Cron job memiliki interval waktu yang dibagi menjadi lima digit, masing-masing mewakili:

  • Menit (0-59)
  • Jam (0-23)
  • Hari dalam bulan (1-31)
  • Bulan (1-12)

Hari dalam minggu (0-6, dimulai dari hari Minggu) Tanda bintang (*) dapat digunakan untuk menunjukkan setiap interval waktu.

Alat Bantu: Untuk membantu pengguna yang bingung dalam menentukan interval waktu, disarankan untuk mengunjungi situs web crontab.guru.

Contoh Cara Membuat Cron Job:

Perintah crontab -l digunakan untuk melihat daftar cron job yang ada.

Perintah crontab -e digunakan untuk membuat atau mengedit cron job baru, lalu pilih salah satu text editor (saya pilih nano)

Di dalamnya kita akan membuat sebuah perintah, setiap menit akan ada text yang menampilkan tanggal dan waktu di dalam sebuah file, contoh commandnya adalah * * * * * echo Halo guys $(date) >> /home/adam/adam

Tunggu satu menit, lalu kita akan mengecek file adam dengan perintah #cat adam


Link Website Radnet: https://radnet-digital.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

InterVLAN Routing

Nama : Adam Azhari  Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 01 Teori Dasar : - Pengertian InterVLAN Routing InterVLAN Routing adalah proses routing yang di jalankan oleh router yang bertujuan agar masing-masing komputer pada VLAN yang berbeda bisa saling berhubungan. - Tujuan InterVLAN Routing Tujuan utama dari Routing antar Virtual LAN (VLAN) adalah meneruskan traffic dari antar VLAN artinya menhubungkan dua buah VLAN yang berbeda no ID-nya. - Metode InterVLAN Routing 1. Router on stick      suatu metode intervlan routing yang memanfaatkan 1 interface fisik, lalu dibuat menjadi beberapa interface logic, atau istilahnya sub-interface. 2. Multi layer switch Switch yang bisa bekerja di layer 2 dan layer 3.  Switch layer-2 dapat digunakan untuk memecah jaringan yang sedang berjalan ke dalam collision domain yang lebih kecil untuk meningkatkan kinerja. Switch layer-3  digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork. Cara Instalasi ...

LAB CAMPURAN

Nama : Adam Azhari Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 01 Topologi yang akan digunakan : Instalasi Mikrotik & Kabel R1 : R2 : R3 : R4 : R5 : Cara konfigurasi : Konfigurasi R1 1. Konfigurasi DHCP-Client pada eth1 2. Konfigurasi Vlan111 dan Vlan222 pada interfaces untuk eth2 seperti gambar dibawah ini 3. Konfigurasi IP Addresses sesuai yang diinginkan  4. Konfigurasi NAT pada firewall seperti gambar dibawah 5. Konfigurasi DHCP-Server seperti gambar di bawah  Konfigurasi R2 1. Konfigurasi bridge seperti gambar di bawah 2. Konfigurasi port pada bridge untuk eth2, eth3, dan eth4 3. Konfigurasi vlan111 pada vlan222 pada interfaces, vlan111 untuk eth4 vlan222 untuk eth2 4. Konfigurasi vlan pada switch seperti gambar di bawah 5. Konfigurasi port pada switch, pastikan kabel ethernet tidak terhubung pada eth yang ingin digunakan, agar tidak keluar dari tampilan winbox, lakukan konfigurasi seperti gambar di bawah  Konfigurasi R3 1. Konfigurasi DHCP-Client untuk eth1 2. Konfigurasi IP A...

Konfigurasi LoadBalance (PCC) Mikrotik RouterBoard

      Nama : Adam Azhari Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 01   Topologi Yang Digunakan : Instalasi Kabel Pada Router dan Komputer : Langkah - langkah Konfigurasi : Konfigurasi R1 - ISP - A (Router1) 1. Nyalakan Hostpot pada Smartphone 1 dan beri sandi " rahasia " kemudian batasi hostpot 10MB . 2. Hubungkan WLAN pada Smartphone 1 dengan cara Wireless,Scanner,Start lalu sambungkan ke Hostpot Smartphone 1. 3. Tambahkan Security Profiles untuk memasukkan sandi hospot.  4. Tambahkan DHCP CLIENT dengan interface Wlan1 . 5. Tambahkan IP di ether1 . 6. Kemudian pergi ke Firewall dan tambahkan settingan NAT . Konfigurasi R2 - ISP - B (Router2) 1. Nyalakan hospot pada Smartphone 2 dan beri sandi " rahasia " kemudian batasi hospot 10MB . 2. Hubungkan WLAN pada smartphone 1 dengan cara   Wireless,Scanner,Start   lalu sambungkan ke hospot smartphone 2. 3. Tambahkan Security Profiles untuk memasukkan sandi hospot. 4. Tambahkan DHCP CLIENT dengan interface Wl...