Langsung ke konten utama

Rangkuman Tes Linux Belajar Dari Nol

Nama : Adam Azhari Kelas : XI TJKT 2 Sekolah : SMK DWIJA BHAKTI 1 JOMBANG Logo Radnet: Rangkuman: 1. Introduction to Linux Linux adalah sistem operasi open source berbasis kernel Linux yang dikembangkan Linus Torvalds pada 1991 dan kini digunakan luas di server, desktop, smartphone, hingga perangkat IoT. Karena gratis, aman, stabil, dan fleksibel, Linux memiliki banyak distribusi (distro) seperti Ubuntu, Debian, Fedora, dan Arch Linux yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. 2. Installation 1. Unduh & Instal VirtualBox Kunjungi situs virtualbox.org Pilih installer sesuai sistem operasi (Windows, macOS, atau Linux) 2. Unduh File ISO Linux Pilih distro ramah pemula, misalnya Ubuntu Unduh file ISO dari situs resmi distro 3. Buat Virtual Machine Baru Buka VirtualBox dan klik New Isi nama VM, pilih tipe Linux, dan versi sesuai distro (contoh: Ubuntu 64-bit) 4. Atur Resource Virtual Machine RAM: minimal 2 GB (disarankan 4 GB) CPU: minimal 2 core Hard disk virtual: 20 GB atau lebih, for...

Rangkuman Webinar tanggal 27 Agustus 2025 tentang Planning Hi-Density WLANs with Wi-Fi 7 & Wireless Troubleshooting

Nama : Adam Azhari

Kelas : XI TJKT 2 

Sekolah : SMK DWIJA BHAKTI 1 JOMBANG


Poster Webinar:


Logo Radnet:


Rangkuman Materi:

1. Pengenalan Wi-Fi 7

Wi-Fi 7 atau IEEE 802.11be adalah generasi terbaru teknologi jaringan nirkabel yang hadir setelah Wi-Fi 6/6E. Standar ini membawa peningkatan besar dalam kecepatan, latensi, kapasitas, dan efisiensi jaringan. Wi-Fi 7 dirancang untuk mendukung koneksi ultra cepat, mendukung ribuan perangkat secara bersamaan, serta menjaga stabilitas meskipun trafik sangat padat.

Fitur utama Wi-Fi 7 meliputi kecepatan teoritis hingga 46 Gbps, latensi ultra rendah, serta efisiensi spektrum yang jauh lebih baik. Standar ini mendukung aplikasi masa depan seperti cloud gaming, video 8K, AR/VR, telemedicine, smart city, hingga integrasi AIoT.

2. Konsep Hi-Density WLAN

Hi-Density WLAN adalah rancangan jaringan nirkabel yang ditujukan untuk lokasi dengan kepadatan perangkat dan pengguna yang tinggi, seperti stadion, bandara, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran modern.

Tantangan utama hi-density WLAN meliputi interferensi antar perangkat, pembagian bandwidth yang tidak merata, roaming antar access point yang tidak mulus, serta overload pada AP tertentu. Kompleksitas keamanan dan manajemen jaringan juga meningkat karena jumlah perangkat yang besar.

Pendekatan yang perlu dilakukan dalam desain hi-density WLAN antara lain melakukan site survey menyeluruh, menempatkan access point secara strategis, melakukan channel planning untuk mengurangi overlapping, serta menerapkan load balancing agar distribusi client lebih seimbang. Infrastruktur kabel seperti switch dan router juga harus memiliki kapasitas tinggi agar tidak terjadi bottleneck.

3. Fitur Wi-Fi 7 untuk Hi-Density WLAN

Wi-Fi 7 menghadirkan berbagai teknologi baru yang sangat mendukung penerapan WLAN padat pengguna:

  • Multi-Link Operation (MLO), memungkinkan perangkat menggunakan beberapa band (2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz) secara bersamaan untuk meningkatkan kecepatan dan kestabilan.

  • Channel width 320 MHz, dua kali lipat dibandingkan Wi-Fi 6, yang memberi kapasitas lebih besar.

  • 4096-QAM, modulasi dengan kepadatan lebih tinggi yang meningkatkan throughput.

  • OFDMA generasi baru, membagi channel menjadi sub-channel agar lebih banyak perangkat bisa terhubung tanpa tabrakan trafik.

  • MU-MIMO yang ditingkatkan, mendukung komunikasi simultan dengan lebih banyak client.

  • Coordinated Multi-AP, membuat beberapa AP dapat bekerja terkoordinasi untuk mendukung roaming yang lebih mulus.

  • Target Wake Time (TWT), mengoptimalkan efisiensi energi perangkat IoT dan mengurangi benturan trafik.

4. Wireless Troubleshooting

Troubleshooting dalam jaringan nirkabel sangat penting untuk menjaga performa. Masalah yang umum ditemui antara lain sinyal lemah, interferensi dari perangkat lain, overlapping channel, serta AP yang overload.

Langkah troubleshooting mencakup monitoring real-time menggunakan controller, heatmap analysis untuk melihat distribusi sinyal, spectrum analyzer untuk mendeteksi interferensi non-Wi-Fi, packet capture untuk menganalisis komunikasi di level frame, serta analisis log untuk menemukan error atau perangkat yang sering putus. Optimasi konfigurasi seperti pengaturan channel, bandwidth, transmit power, serta load balancing juga menjadi bagian dari proses troubleshooting.

5. Best Practices Implementasi

Dalam implementasi hi-density WLAN berbasis Wi-Fi 7, terdapat sejumlah praktik terbaik yang direkomendasikan:

  • Menggunakan access point kelas enterprise dengan dukungan penuh Wi-Fi 7.

  • Memastikan switch dan router memiliki kapasitas backhaul minimal 10 Gbps.

  • Menerapkan VLAN untuk memisahkan traffic sesuai kategori pengguna (staf, tamu, IoT).

  • Menggunakan QoS untuk memberi prioritas pada aplikasi penting seperti VoIP atau video conference.

  • Menerapkan standar keamanan terbaru seperti WPA3, IDS/IPS, firewall, dan NAC.

  • Menggunakan controller terpusat berbasis cloud untuk memudahkan monitoring dan manajemen.

  • Merancang redundansi jaringan agar sistem tetap berjalan jika ada perangkat yang gagal.

  • Melakukan capacity planning berdasarkan puncak jumlah pengguna.

  • Melakukan uji coba dan simulasi sebelum implementasi penuh.

6. Keamanan pada Hi-Density WLAN

Lingkungan padat meningkatkan risiko keamanan. Strategi keamanan yang perlu diterapkan mencakup penggunaan WPA3 sebagai standar autentikasi terbaru, Intrusion Detection System (IDS) dan Intrusion Prevention System (IPS), Network Access Control (NAC) untuk memverifikasi perangkat, serta segmentasi VLAN untuk memisahkan trafik publik dengan trafik sensitif.

Firewall, filtering, dan Zero Trust Network Access (ZTNA) juga disarankan agar setiap perangkat atau pengguna selalu diverifikasi sebelum mendapatkan akses ke sumber daya jaringan.


Link Website Radnet: https://radnet-digital.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

InterVLAN Routing

Nama : Adam Azhari  Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 01 Teori Dasar : - Pengertian InterVLAN Routing InterVLAN Routing adalah proses routing yang di jalankan oleh router yang bertujuan agar masing-masing komputer pada VLAN yang berbeda bisa saling berhubungan. - Tujuan InterVLAN Routing Tujuan utama dari Routing antar Virtual LAN (VLAN) adalah meneruskan traffic dari antar VLAN artinya menhubungkan dua buah VLAN yang berbeda no ID-nya. - Metode InterVLAN Routing 1. Router on stick      suatu metode intervlan routing yang memanfaatkan 1 interface fisik, lalu dibuat menjadi beberapa interface logic, atau istilahnya sub-interface. 2. Multi layer switch Switch yang bisa bekerja di layer 2 dan layer 3.  Switch layer-2 dapat digunakan untuk memecah jaringan yang sedang berjalan ke dalam collision domain yang lebih kecil untuk meningkatkan kinerja. Switch layer-3  digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork. Cara Instalasi ...

LAB CAMPURAN

Nama : Adam Azhari Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 01 Topologi yang akan digunakan : Instalasi Mikrotik & Kabel R1 : R2 : R3 : R4 : R5 : Cara konfigurasi : Konfigurasi R1 1. Konfigurasi DHCP-Client pada eth1 2. Konfigurasi Vlan111 dan Vlan222 pada interfaces untuk eth2 seperti gambar dibawah ini 3. Konfigurasi IP Addresses sesuai yang diinginkan  4. Konfigurasi NAT pada firewall seperti gambar dibawah 5. Konfigurasi DHCP-Server seperti gambar di bawah  Konfigurasi R2 1. Konfigurasi bridge seperti gambar di bawah 2. Konfigurasi port pada bridge untuk eth2, eth3, dan eth4 3. Konfigurasi vlan111 pada vlan222 pada interfaces, vlan111 untuk eth4 vlan222 untuk eth2 4. Konfigurasi vlan pada switch seperti gambar di bawah 5. Konfigurasi port pada switch, pastikan kabel ethernet tidak terhubung pada eth yang ingin digunakan, agar tidak keluar dari tampilan winbox, lakukan konfigurasi seperti gambar di bawah  Konfigurasi R3 1. Konfigurasi DHCP-Client untuk eth1 2. Konfigurasi IP A...

Konfigurasi LoadBalance (PCC) Mikrotik RouterBoard

      Nama : Adam Azhari Kelas : XI TJKT 2 No Absen : 01   Topologi Yang Digunakan : Instalasi Kabel Pada Router dan Komputer : Langkah - langkah Konfigurasi : Konfigurasi R1 - ISP - A (Router1) 1. Nyalakan Hostpot pada Smartphone 1 dan beri sandi " rahasia " kemudian batasi hostpot 10MB . 2. Hubungkan WLAN pada Smartphone 1 dengan cara Wireless,Scanner,Start lalu sambungkan ke Hostpot Smartphone 1. 3. Tambahkan Security Profiles untuk memasukkan sandi hospot.  4. Tambahkan DHCP CLIENT dengan interface Wlan1 . 5. Tambahkan IP di ether1 . 6. Kemudian pergi ke Firewall dan tambahkan settingan NAT . Konfigurasi R2 - ISP - B (Router2) 1. Nyalakan hospot pada Smartphone 2 dan beri sandi " rahasia " kemudian batasi hospot 10MB . 2. Hubungkan WLAN pada smartphone 1 dengan cara   Wireless,Scanner,Start   lalu sambungkan ke hospot smartphone 2. 3. Tambahkan Security Profiles untuk memasukkan sandi hospot. 4. Tambahkan DHCP CLIENT dengan interface Wl...